• Tentang
  • Panduan Pengguna
  • Kebijakan Cookie
  • Peta Situs

Biologi Indonesia

Media Pembelajaran online ilmu Biologi

  • Home
  • Makalah
  • Bank Soal
  • Berita
  • Materi
  • Kelas 10
  • Kelas 11
  • Kelas 12
Home » manusia » penyakit » virus » Sekilas Tentang Virus Ebola, Ebola Virus Disease (EVD)

Sekilas Tentang Virus Ebola, Ebola Virus Disease (EVD)

manusia, penyakit, virus
Ebola Virus Disease (EVD) adalah salah satu dari banyak penyakit demam berdarah. Virus ini adalah penyakit yang sering kali berakibat fatal pada manusia dan primata (seperti monyet, gorilla, dan simpanse).

EVD disebabkan oleh infeksi dengan virus dari genus Ebolavirus, ketika infeksi terjadi, gejala biasanya muncur secara tiba-tiba. Spesies Ebolavirus pertama ditemukan pada tahun 1976 di tempat yang sekarang dikenal sebagai Republik Demokratik Kongo dekat sungai Ebola, sejak itu wabah terus bermunculan secara sporadis.

Ada lima subspesies dari Ebolavirus. Empat dari lima telah menyebabkan penyakit pada manusia:

  • virus Ebola ( Zaire ebolavirus );
  • virus Sudan ( Sudan ebolavirus );
  • virus TAI Forest ( TAI Forest Ebolavirus, Sebelumnya Pantai Gading ebolavirus );
  • virus Bundibugyo ( Bundibugyo ebolavirus);
  • virus Reston ( Reston ebolavirus).

Host reservoir dari Ebolavirus masih belum diketaui. Namun, atas dasar bukti yang tersedia dan sifat virus yang sama, peneliti percaya bahwa kelelawar menjadi resrvoir yang paling menugkin. Empat dari lima subtipe pada host hewab asli Afrika.

Tanda dan Gejala

EVD adalah penyakit yang ditandai dengan demam mendadak, lemah, nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan. Gejala ini diikuti dengan muntah, diare, ruam, gangguan fungsi ginjal dan hati, dan dalam beberapa kasus terjadi pandarahan baik internal maupun eksternal. Seorang penderita EVD dapat pula dilihat dari hasil laboratorium, yaitu berupa penurunan jumlah sel darah putih dan trombosit, serta peningkatan enzim hati. Masa inkubasi yaitu selama 2 sampai 21 hari.

Sumber dan Cara Penularan

Karena reservoir alami dari virus Ebola belum terbukti, cara dimana virus pertama kali muncul pada manusia pada awal wabah tidak diketahui. Namun, para peneliti memiliki hipotesis bahwa pasien pertama terinfeksi melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi. Ketika terjadi pada manusia, ada beberapa cara dimana virus ini dapat ditularkan kepada orang lain, yaitu diantaranya:

  1. Melalui kontak langsung dengan darah atau cairan dari oran g yang terinfeksi
  2. Paparan benda (seperti jarum) yang telah terkontaminasi dengan sekresi yang terinfeksi

Virus yang menyebabkan EVD sering menyebar diantara keluarga dan teman-teman, seperti melaui sekresi infeksi saat merawat anggota keluarga yang sakit.

Penyakit ini dapat penyebar dengan cepat selama masa perawatan kesehatan di fasilitas kesehatan (seperti klinik atau rumah sakit). Paparan virus Ebola dapat terjadi selama masa perawatan kesehatan di mana staf rumah sakit tidak mengenakan peralatan pelindung yang sesuai, seperti masker, jubah, dan sarung tangan.

Pembersihan dan pembuangan instrumen, seperti jarum suntik, juga penting. Jika instrumen tidak sekali pakai mereka harus mensterilkan sebelum digunakan lagi. Tanpa sterilisasi yang baik terhadap instrumen, penularan virus dapat berlanjut dan memperkuat wabah.

Pemeriksaa Klinis dan Penunjang

Penyakit lain biasanya terdetetsi sebelum seorang penderita didiagnosis EVD antara lain: malaria, deman tifoid, shigellosis, lolera, leptospirosis, rickettsiosis, deman kambuh, meningitis, hepatitis dan deman berdarah lainnya.

Infeksi virus Ebola dapat didiagnosis di laboratotium melalui beberapa tes, yaitu :

  1. Enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA)
  2. Tes deteksi antigen
  3. Uji serum netralisasi
  4. Reverse transcriptase polymerse chain reaction (RT-PCR) assay
  5. Isolasi virus dengan kultur sel.

Demikian, Semoga bermanfaat ... 
Tweet
← Posting Lebih Baru Posting Lama → Beranda

Kami juga ada di Facebook

Saran Materi

  • Penjelasan Singkat Tentang Teori Evolusi Darwin
  • Treponeme pertenue, Bakteri Penyebab Penyakit Frambusia
  • Akar Tumbuhan, Struktur Marfologi, Anatomi, Fungsi, dan Jenis-jenisnya
  • Penjelasan Mengenai Devisi Schizophyta (Tumbuhan Belah)
  • 9 Filum yang Terdapat pada Kingdom Animalia
Diberdayakan oleh Blogger.
  • Laporan Praktikum

Dapatkan Materi Via Email

Masukkan Email Anda:

Delivered by FeedBurner

Copyright 2012 - 2015 Biologi Indonesia - All Rights Reserved A Member Of Sains mini - Powered by Blogger